Leicester City

Olahragasepakbola.idLiga Inggris – Persaingan Liga Inggris 2019/2020 berlangsung ketat. Selain Big 6, Leicester City merangsek masuk kedalam persaingan. Klub yang sempat meraih gelar EPL tahun 2015 itu mampu memperbaiki diri dan tampil sebagai klub top Liga Inggris saat ini.

Berposisi di peringkat dua dan sudah masuk ke semifinal Carabao Cup membuktikan kalau tim asuhan Brendan Rodgers tersebut dianggap mampu mendapatkan gelar EPL musim ini. Apa faktor yang dapat membuat si rubah meraih gelar juara EPL?

Dilatih oleh manajer bermental juara

Brendan Rodgers adalah seorang manajer dengan kemampuan yang telah terbukti dan nyaris meraih gelar Liga Premier dengan Liverpool meski gagal di musim 2013-14.

Ketika ia dipecat oleh The Reds pada Oktober 2015, ia menuju ke Skotlandia dan meraih kesuksesan luar biasa dengan Celtic dan juga memecahkan rekor domestik tak terkalahkan selama 69 pertandingan.

Meskipun ia mencapai puncak karirnya di Skotlandia, ia memiliki beberapa urusan yang belum selesai di Liga Premier. Dan ketika dia mendapat tawaran untuk mengelola Leicester City, ia mengambil tawaran itu.

Pertahanan yang hebat

Leicester adalah klub dengan metrik pertahanan Liga Premier terbaik, dengan tujuh clean sheet, kebobolan paling sedikit gol dan tekel terbanyak. Mereka memiliki salah satu pertahanan paling hebat di lima liga teratas Eropa, dengan hanya berselisih sedikit dengan raksasa Ligue 1 Paris Saint-Germain yang kebobolan lebih sedikit daripada mereka. Menariknya, The Foxes belum kemasukan gol yang berasal dari bola mati pada musim ini.

Meskipun kepergian Harry Maguire di musim panas membuat pos bek tengah kosong, hal ini teratasi berkat komando dan komposisi Caglar Soyuncu, yang telah menjadi kunci pertahanan di  musim ini dan Jonny Evans yang sangat berpengalaman, Rodgers telah menemukan duo bek tengah yang cocok dengan setelan gaya mereka.

Tidak berlaga di kompetisi Eropa

Hal terbaik dari Leicester adalah, mereka tidak perlu khawatir tentang sepak bola Eropa karena mereka bisa bermain secara efektif hanya sekali setiap minggu. Untuk seorang pelatih, ini menjadi hal baik dimana para pemain mendapatkan istirahat yang cukup di antara jadwal dan dia tidak harus kesulitan merotasi pemain.

Kiriman serupa