Manajemen Arema Malang

Olahragasepakbola.id – Liga Indonesia – Persepakbolaan di Indonesia memang terkadang memiliki banyak sekali insiden dan sangat sulit untuk maju. Salah satu penyebab utama dari insiden yang bisa terjadi karena akibat oknum fans yang terlalu berlebihan. Hal yang sama juga terjadi beberapa saat yang lalu di laga Arema melawan Bali United di liga 1 2019.

Insiden yang cukup memalukan

Ada yang cukup disayangkan pada laga Arema kontra Bali United pada lanjutan Shopee Liga 1 2019 beberapa waktu yang lalu di mana para suporter banyak yang menyalakan cerawat, petasan, kembang api hingga bom asap, aksi itu pun disorot langsung oleh Ruddy Widodo. Pria yang menjabat sebagai General Manager dari Arema FC itu pun turut berkomentar.

Menurutnya aksi dari sejumlah aremania itu kurang elok, ia juga menambahkan jika kekecewaaan para suporter menjadi hal yang wajar karena tidak tercapainya target tim namun tidak seharusnya mereka melakukan ulah seperti itu.

Tanpa sedikit pun membenarkan aksi tersebut, Ruddy juga menilai bila kekecewaan para aremania atas performa Hamka Hamzah dkk sebaiknya diluapkan saat sesi latihan saja, selain itu juga pria berusia 48 tahun tersebut menilai tak masalah jika para supporter menyampaikan kekecewaaannya langsung ke kantor Arema.

Laga harus dihentikan mendadak karena insiden yang semakin tidak terkendali

Seperti diketahui, laga yang berlangsung di stadion Kanjuruhan – Malang itu terpaksa harus dihentikan selama beberapa menit karena penyebabnya adalah adanya segelintir oknum Aremania yang menyalakan petasan, kebang api, cerawar, serta bom asap. Tak hanya itu saja, aksi berbahaya juga dilakukan oleh lemparan cerawat ke arah lapangan yang hampir saja mengenai pemain Bali United pada laga yang digelar hari senin kemarin.

Meski sampai saat ini belum ada keputusan mengenai aksi tersebut, namun bisa jadi Arema FC kembali akan mendapat denda yang mungkin saja akan semakin menambah jumlah denda tim kebanggaan kota malang itu yang mana saat ini sudah mencapai sekitar 800 jutaan. Tentunya ini menjadi tamparan keras untuk dunia olahraga di Indonesia terutama sepak bola.

Kiriman serupa